TEORI TERJADINYA TATA SURYA MENURUT PARA AHLI

Foto : NASA/ W STENZEL
FOTO : NASA/W STENZEL
Selamat semangat pagi kawan-kawan semua.
Akhirnya saya kembali setelah beberapa purnama ditelan kesibukan yang super mencuri waktu saya namun tentu tidak menyia-nyiakan waktu saya yang amat berharga ini.

Alhamdulillah, semangat menulis akhirnya muncul kembali setelah banyak melewati masa-masa transisi dari Males Nulis menjadi Semangat Nulis Lagi. Kali ini atau mungkin beberapa kali kedepannya saya ingin memposting tulisan-tulisan ilmiah untuk membantu teman-teman yang mengunjungi blog ini tertambah ilmunya atau yang sudah lupa menjadi kembali mengingat ilmu-ilmu yang sudah di pelajari di masa lalu.

Baiklah, dengan mengucap BASMALAH mari kita mulai pembahasan pertama mengenai TATA SURYA yaitu teori terjadinya tata surya.

Pada postingan ini kita semua kembali mempelajari tentang tata surya. Seperti yang kita ketahui bahwa saat ini kita berada di tata surya atau dalam bahasa ilmiahnya di kenal sebagai Solar System yang dimana matahari sebagai pusatnya dikelilingi benda-benda langit yang amat banyak.

Secara umum tata surya adalah suatu sistem di alam semesta dimana pusat utama tata surya ini yaitu berupa matahari adalah salah satu anggota bintang dari galaksi Bima Sakti atau Milky Way.

Adapula pengertian tata surya dari Waluya yang mengungkapkan bahwa tata surya adalah suatu sistem di jagat raya yang terdiri dari atas matahari sebagai pusatnya dan planet-planet, satelit-satelit alam, asteroid, komet, meteor, debu, kabut dan benda-benda langit lainnya sebagai anggotanya yang beredar mengelilingi pusatnya, yakni matahari pada orbit atau garis edarnya masing-masing.

Selain pengertian di atas ada juga pengertian tata surya dari Maulana yang mengungkapkan bahwa tata surya merupakan sebuah sistem yang terdiri dari matahari, delapan planet, planet kerdil, komet, asteroid, dan benda-benda angkasa kecil lainnya.

Jadi, dapat kita simpulkan bahwa tata surya merupakan sistem dimana matahari sebagai pusatnya dikelilingi oleh benda-benda langit berupa planet, satelit, asteroid, komet, dan benda lainnya sesuai dengan orbitnya masing-masing.



Dari kesimpulan di atas, dapat kita duga bahwa di alam semesta ini juga terdapat sistem yang sama seperti di tata surya yang saat ini kita tempati. Namun, meski hanya dugaan banyak para filsuf, fisikawan, bahkan astronom yang menganalisis seperti apa proses terjadinya tata surya ini terbentuk.

Teori-teori dari beberapa filsuf, fisikawan dan astronom sudah banyak beredar dan teori-teori ini melakukan banyak percobaan untuk membuktikan bahwa teori ini merupakan replika atau representasi pembentukan tata surya.

Berikut adalah teori-teori yang terkenal dan diakui oleh banyak khalayak untuk kepentingan ilmu pengetahuan. Mari kita simak beberapa teori tersebut...

Pertama ada Teori dari seorang filsuf dari Jerman yang bernama Immanuel Kant yang mengemukakan TEORI NEBULA.
FOTO : MEDIUM.COM
Menurut Kant, tata surya berasal dari nebula yaitu gas atau kabut tipis yang sangat luas dan bersuhu tinggi yang berputar sangat lambat. Hasil dari perputaran yang lambat itu membentuk konsentrasi materi yang punya berat sejenis yang disebut inti massa.

Inti massa terbesar terbentuk di tengah, sedangkan yang kecil terbentuk disekitatnya. Karena proses pendinginan, inti massa terbesar menjadi matahari, sedangkan inti massa lebih kecil menjadi planet-planet dan benda-benda langit lainnya.

Kemudian ada Pierre Simon Laplace yang seorang fisikawan Perancis yang juga mengemukakan bahwa tata surya berasal dari bola gas bersuhu tinggi dan berputar sangat cepat. Karena perputaran yang sangat cepat sehingga terlepaslah bagian-bagian dari bola gas tersebut dalam ukuran dan jangka waktu yang berbeda lalu mendingin dan membentuk planet, sedangkan bola gas asal dinamakan matahari.
FOTO : SAPAVIVA
Karena kesamaan teori yang diungkapkan, maka khalayak umum lebih mengenal TEORI NEBULA KANT dan LAPLACE. Berikut adalah representasi dari teori yang dikemukakan oleh Kant dan Laplace.
FOTO : planetaryevolution.weebly.com

Penjelasan :
Awalnya terdapat nebula yang sangat luas, kemudian bagian tengah memadat untuk bakal matahari kemudian memipih sepanjang sumbu rotasi. Selanjutnya bagian yang memipih itu membentuk lentikular dan membentuk cincin yang terbentuk akibat pengerutan inti. Kemudian masing-masing cincin terbentuklah masing-masing planet dan benda langit.

Teori terkenal lainnya ada TEORI PASANG SURUT ATAU TIDAL yang dikemukakan oleh Sir James Jeans dan Harold Jeffreys.

FOTO : FREEZEGIRL
Menurut Jeans dan Jeffreys, pada awalnya tata surya hanya ada matahari saja sebagai protobintang. Kemudian planet terbentuk karena adanya bagian dari protobintang yang tertarik dan terlepas oleh pengaruh gravitasi masivebintang yang melintas di dekat matahari.

Bagian protobintang yang terlepas itu berbentuk seperti cerutu panjang yang terus berputar mengelilingi matahari yang lama-kelamaan mendingin dan membulat yang disebut planet dan benda-benda langit lainnya. Berikut adalah representasi dari teori Pasang Surut yang dikemukakan oleh Jeans dan Jeffreys.
FOTO : INFORMAZONE
Teori yang terkemuka lainnya adalah TEORI BINTANG KEMBAR yang diusulkan oleh Raymond Arthur Lyttleton.
FOTO : JSTOR
Lyttleton mengungkapkan bahwa awalnya matahari merupakan bintang kembar antar satu dengan lainnya yang saling mengelilingi. Kemudian ada bintang yang melintas dan menabrak salah satu bintang kembar tersebut dan menghancurkannya menjadi bagian-bagian kecil yang terus berputar dan mendingin menjadi planet yang mengelilingi bintang yang tidak hancur yang dikenal sebagai matahari.

Berikut adalah reprentasi dari TEORI BINTANG KEMBAR oleh Lyttleton.


Teori selanjutnya adalah TEORI AWAN DEBU yang awalnya diusulkan oleh Carl Friedrich von Weizsaecker yang kemudian disempurnakan oleh Gerad Pieter Kuiper, maka khalayak umum lebih mengenal Teori Awan Debu Weizsaecker dan Kuiper.

FOTO : WIKIPEDIA

FOTO : UCHICAGO.EDU
Menurut Weizsaecker dan Kuiper, tata surya berasal dari awan yang sangat luas yang terdiri dari debu dan gas (hidrogen dan helium). Karena ketidak seimbangan dan ketidak teraturnya awan maka terjadi penyusutan karena adanya gaya tarik menarik dan gerakan berputar yang cepat dan teratur. Sehingga terbentuk seperti cakram, kemudian inti cakram menggelembutng menjadi matahari dan bagian pinggirnya menjadi planet dan benda-benda langit lainnya.

Secara umum, TEORI AWAN DEBU yang dikemukakan oleh Weizsaecker dan Kuiper ini juga dikenal sebagai TEORI PROTOPLANET. Berikut adalah diagram representasi dari teori awan debu yang dikemukakan oleh Weizsaecker dan Kuiper.


Teori terkemuka terakhir yang kita kenal sebagai TEORI PLANETISIMAL yang dikemukakan oleh Forest Ray Moulton dan Thomas Chrowder Chamberlin.


Moulton dan Chamberlin berpendapat bahwa tata surya berasal dari adanya bahan-bahan padat kecil yang disebut planetisimal yang mengelilingi inti yang berwujud gas bersuhu tinggi. Gabungan bahan-bahan padat kecil itu kemudian membentuk planet-planet, sedangkan inti massa yang bersifat gas dan bersuhu tinggi membentuk matahari.

Berikut adalah representasi dari TEORI PLANETISIMAL yang dikemukakan oleh Moulton dan Chamberlin.

FOTO : UOREGON.EDU

Sekian teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli. Dari beberapa teori-teori di atas memang hanyalah sekadar pendapat para ahli dikemukakan untuk kepentingan ilmu pengetahuan dan teori-teori di atas memang belum tentu kebenarannya.

Namun, sebagai seorang yang haus akan ilmu pengetahuan sudah sepatutnya kita tetap mempelajarinya. Banyak sekali kelemahan dan kelebihan dari masing-masing teori yang dikemukakan. Semuanya hanya perkiraan yang digunakan manusia untuk kepentingan ilmu pengetahuan.

Semoga tulisan di atas bermanfaat untuk teman-teman semua, mari tinggalkan komentar untuk menyempurnakan kalimat atau kata yang kurang lengkap. SELAMAT BELAJAR


Daftar Pustaka :
1. Waluya, Bagja. 2009. Memahami Geografi 1 SMA/MA. Pusat Perbukuan DIKBUD: Jakarta.
2. Maulana & Ono. Modul Tata Surya. Tidak diterbitkan.

Komentar